Berpikir tingkat tinggi, materi real geografi, dan kependidikan.

Thursday, 12 April 2018

KEBOCORAN EMOSI



Apa itu kebocoran emosi? Keboran emosi di definisikan sebagai emosi yang terbawa dari satu tempat ke tempat lainnya.

Contoh kasusnya ialah ketika seorang pekerja yang cekcok mulut dengan pengendara lain di jalan raya. Rasa jengkel itu tentu tak mudah untuk dihilangkan, bahkan sangat mungkin terbawa ke tempat kerja. Atau contoh kasus lainnya, seorang guru yang dibuat marah oleh siswanya di salah satu kelas. Saat pindah ke kelas lain, rasa jengkel itu masih terbawa.

(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Seperti halnya ban kendaraan, emosi pun dapat bocor. Bedanya belum ada jasa menambal kebocoran emosi
sumber gambar:kabarmedan.com

Masih sama, ingat! Emosi kita memiliki ledakan energi yang dapat memengaruhi orang di sekitar kita. Oleh karena itu, kita harus benar-benar berhati-hati dalam mengendalikan emosi. Segala sesuatu akan terasa lebih ringan jika kita ikhlas. Maka cobalah memaafkan, karena akan mengurangi beban dalam pikiran kita.

Tulisan ini diadaptasi dari Buku Smart Emotion Volume 1 Membangun Kecerdasan Emosi Oleh:Anthony Dio Martin

Ledakan Energi akibat Emosi

Emosi didefinisikan sebagai ungkapan perasaan. Terkadang terjadi salah kaprah terhadap pemaknaan emosi ini. Bagi kebanyakan orang, emosi itu amarah. hal demikian perlu diluruskan. memang benar, amarah merupakan salah satu bentuk emosi. Namun selain marah, bentuk lain emosi antara lain tertawa, menangis, gembira, dsb.

(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Granat Perang Dunia II memiliki radius ledakan kurang lebih 20 meter
sama dengan radius ledakan emosi kita
sumber gambar:www.jejaktapak.com

Emosi sendiri terbagi menjadi dua, emosi positif dan emosi negatif. Emosi yang kita keluarkan, baik yang positif maupun negatif ternyata berpengaruh besar bagi orang di sekitar kita. Terjadi ledakan energi yang dapat memengaruhi radius dua puluh meter di sekitar kita.

Sebagai contoh, seorang guru yang marah, radius dua puluh meter di sekitarnya akan ikut terpengaruh emosi negatif. Pun jika guru memancarkan emosi positif, akan memengaruhi radius dua puluh meter orang di sekitarnya. Oleh karena itu, perlu kita pikirkan matang-matang sebelum kita memancarkan emosi negatif kita. Keep smile and think positive!


Tulisan ini diadaptasi dari Buku "101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda" oleh Anthony Dio Martin

Meningkatkan Minat Baca Anak Sejak Dini

sumber: instagram @RetnoHening

Membaca seolah menjadi hal yang berat untuk dilakukan. Siapapun merasakan hal itu dari jenjang Sekolah Dasar bahkan Hingga jenjang Pendidikan tinggi. Baru membaca jika terpaksa, mengerjakan PR atau tugas membuat resume.

Membaca merupakan hal yang perlu pembiasaan. Semakin panjang waktu pembiasaan, semakin terasa hasilnya. Namun tahukah Anda bahwa ternyata minat baca dapat ditingkatkan bahkan sejak anak masih pada usia Balita?

Pengetahuan ini berawal dari video Instagram yang saya ikuti, mbak Retno Hening. Beliau merupakan seorang Ibu yang berbagi tentang kehidupan anaknya (Kirana) sejak ia masih bayi. Mungkin video itu direkam ketika Kirana masih berusia kurang dari dua tahun. tak sulit mengidentifikasi, mengingat cara bicara Kirana juga masih sulit dipahami.

Dalam video itu, terlihat Kirana membuka buku sambil berbicara (dengan bahasa yang masih belum jelas).  Tak berhenti sampai disitu, ia terus membuka lembar demi lembar sambil berceloteh tak karuan bak seorang yang memang benar-benar sudah mampu memahami isi buku.



(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Terdapat hal menarik yang dilakukan oleh sang Bunda. Sambil merekam perilaku anaknya, bunda merespon perkataan Kirana dengan pujian-pujian ringan seperti, “Oh gitu ya nak”, “hmmm terus gimana nak ceritanya?”, dsb. Hal yang sangat sederhana untuk dilakukan. Mendengar respon sang Bunda, Kirana semakin bersemangat membolak-balik lembar buku sambil terus berceloteh.


Lantas bagaimana jika terdapat seorang Balita yang “sok” membaca kita cemooh? Maka yang terjadi justru sebaliknya. Hal yang demikian dikhawatirkan justru membunuh minat baca anak sejak dini.
Ya, sesederhana itu ternyata meningkatkan minat baca anak bahkan sejak ia masih bayi. Jika minat baca anak sudah terukir sejak ia bayi, maka tak sulit untuk membiasakan membaca ketika Ia sudah masuk usia pelajar. Semoga bermanfaat.

Sumber video: Instagram @Retnohening

Tambahan: Artikel ini ditulis berdasarkan video instagram “RetnoHening” dan keterangan dari seorang sarjana psikologi.

Bagaimana Menghadapi Anak yang Banyak Tanya?


Usia anak berbanding lurus dengan pengetahuannya

Sering kita temui seorang anak kecil yang banyak Tanya. Bertanya merupakan aktivitas akibat kurangnya pengetahuan. Itulah alasan anak-anak mengapa banyak bertanya. Umur yang masih bisa dibilang sedikit tentu, sebanding dengan pengetahuan yang mereka miliki.

Awalnya kita akan senang dan menganggap anak yang demikian anak yang pintar karena ingin mengetahui banyak hal. Namun lama kelamaan kita terkadang merasa terganggu oleh pertanyaannya hingga memutuskan secara sepihak dengan memintanya ia diam.



(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Lantas bagaimana jika kita menghadapi anak yang demikian? Terdapat dua kondisi yang mungkin kita alami ketika menghadapi mereka. Jika kondisi kita sedang fit, atau dalam suasana hati yang baik, jawablah pertanyaan mereka sampai tak bertanya lagi. Namun jika kita sudah merasa lelah untuk meladeni pertanyaan-pertanyaan tersebut, cukup dengan melempar ulang pertanyaan yang ia lontarkan.

Perhatikan ilustrasi berikut!
Seorang Ibu sedang mendampingi anaknya yang masih berusia 4-5 tahun menonton acara televisi. Ketika melihat hal yang belum pernah ia tahu, jelas ia akan menanyakannya. Demikian kira-kira ilustrasinya.

Anak: ”Bu, sekarang kok gelap?”
Ibu: ”Itu namanya malam Nak.”
Anak: “Kenapa malam kok gelap?”
Ibu: “Kan waktu malam nggak ada matahari.”
Anak: “Kemana Bu mataharinya kok nggak ada?”
Ibu: “Terbenam nak.”
Anak: “Terbenam itu apa sih Bu?”
Ibu: “Terbenam itu tenggelam nak, kalau pagi nanti terbit lagi.”
Anak: “Terbit itu apa Bu?”

(Alternatif jawaban ibu)
Ibu: “Sudah, Tanya terus saja kamu ini!” (salah)
Ibu: “Terbit itu apa ya?” (benar)

Hindari membentak anak dan menyuruhnya untuk diam ketika kita sudah mulai lelah menjawab. Hal itu dikhawatirkan membuat anak beranggapan bahwa bertanya adalah hal yang salah, dan takut untuk bertanya lagi. Namun ketika ketika melontarkan kembali pertanyaannya, ia akan ikut berpikir dan insya Allah akan menghentikan pertanyaannya. Demikian semoga bermanfaat.

Menentukan Kutub Magnet Berdasar Cara Pembuatannya


contoh gambar pembuatan magnet dengan cara elektromagnet
sumbergambar: http://789science.blogspot.co.id/2009/11/kemagnetan.html
Pembuatan magnet telah dipelajari sejak di tingkat Sekolah Dasar (SD). Pembuatan magnet terbagi menjadi tiga jenis, yaitu electromagnet (dialiri aliran listrik), induksi (mendekatkan benda dengan magnet), dan menggosokkan benda berkali-kali ke magnet.
Di tingkat SMP, materi tentang magnet ditingkatkan. Soal-soal tentang pembuatan magnet tak lagi tentang jenis dan cara pembuatan, tetapi juga mengidentifikasi kutub magnet berdasarkan cara pembuatannya.


(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Lambang baterai dalam rangkaian listrik, untuk identifikasi arah aliran (dari negatif menuju positif)
sumber gambar: kusumandarutp.blogspot.co.id


Penggunaan kaidah tangan kanan untuk mengidentifikasi kutub magnet
sumber gambar: sindymonica4.blogspot.co.id

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mengidentifikasi kutub magnet yang dibuat melalui cara dialiri arus listrik (elektromagnet).
Perhatikan gambar berikut:
Terdapat langkah-langkah untuk memudahkan identifikasi kutub magnet dari cara electromagnet:
1. Menentukan arah aliran listrik, Arah aliran listrik mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif baterai.
2. Mengidentifikasi kutub magnet menggunakan kaidah tangan kanan, arah tanda panah merupakan arah jari kuku. Jika arah panah turun, maka kuku jemari mengarah turun. Demikian pula sebaliknya.
3. Arah ibu jari merupakan kutub Utara
Demikian, semoga apa yang kita bahas ini dapat menambah pengetahuan dan dapat diterapkan dengan baik ketika mengerjakan soal-soal terkait.


Menentukan Kutub Magnet berdasar pembuatan secara Induksi



Ilustrasi gaya tarik menarik antar kutub yang tak sejenis
sumber gambar:http://www.strings.ph.qmul.ac.uk/~bigdraw/magnetic/slide1.html

Pembuatan magnet secara induksi, dilakukan dengan cara mendektkan benda logam ke magnet dalam waktu yang cukup lama. Materi ini pernah keluar sebagai soal Ujian Nasional dan Try Out.
Perhatikan gambar berikut!



(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

ilustrasi pembuatan magnet secara induksi. A menjadi kutub yang berlawanan dengan kutub yang didekatkan, sehingga A menjadi kutub Selatan, dan B menjadi kutub Utara
sumber gambar:https://modulfisika.blogspot.co.id/2013/02/kelas-ix-cara-membuat-magnet.html

Jika benda didekatkan dengan kutub selatan Magnet, maka benda tersebut akan tertarik, sehingga dapat disimpulkan bahwa kutub yang terbentuk ialah Kutub yang tak sejenis. Selanjutnya kita tentukan jenis kutub sisi yang lain, yang berlawanan dengan kutub magnet sebelumnya. Demikian, semoga bermanfaat.

Menentukan Kutub Magnet Bagian 3


Artikel sebelumnya, telah kita bahas cara mengidentifikasi kutub magnet berdasarkan pembuatan secara Elektromagnet dan Induksi. Kali ini kita akan membahas cara mengidentifikasi kutub magnet berdasar pembuatan dengan cara menggosokkan benda logam ke magnet.
Perhatikan gambar berikut!



(Apa sih bedanya Eduprivat dan bimbel-bimbel lainnya? Yuk intip, silakan klik di sini!)
(Pendaftaran bimbingan belajar Eduprivat klik disini!)

Ilustrasi pembuatan magnet dengan cara menggosok
sumber gambar:https://modulfisika.blogspot.co.id/


Terdapat langkah-langkah untuk memudahkan mengidentifikasi kutub magnet, diantaranya:
1. Perhatikan kutub yang digosokkan ke benda logam. (misal kutub selatan)
2. Perhatikan arah menggosok.
3. Ujung benda yang terakhir tergosok akan terbentuk kutub yang berlawanan dengan kutub yang digosokkan..

Pada gambar satu, Kutub yang digosokkan ialah utara, dan titik B menjadi titik yang akhir gosokan. hal ini mengakibatkan B  menjadi kutub Selatan, dan A menjadi kutub Utara. sedangkan pada gambar dua, kutub yang digosokkan ialah Selatan, dan titik P menjadi titik akhir gosokan, sehingga P menjadi kutub Utara, dan Q menjadi kutub Selatan.

Soal jenis ini, cukup sering muncul di soal Ujian Nasional. Demikian semoga bermanfaat.

Popular Posts

Recent Posts

Sahabat Pendidikan

Text Widget

Unordered List

Sahabat Pendidikan

Powered by Blogger.